Perencanaan (Planning)

Esensi Perencanaan

Perencanaan merupakan Dasar

Perencanaan atau Planning merupakan tahap awal dari fungsi manajemen dan menjadi landasan atau pondasi daripada fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan dan pengendalian.

Sadar atau tidak, setiap hari kita akan menemui perencanaan di hidup kita. Apapun yang kita kerjakan atau lakukan pasti dilandaskan pada satu perencanaan, baik perencanaan yang matang maupun tidak.

 

Contohnya : kita ingin pergi belanja kebutuhan sehari-hari (merupakan tujuan kita)
Kita pasti akan merencanakan dulu seperti di bawah ini :
1. Apa saja yang mau kita belanjakan?
2. Ke shopping mall mana?
3. Naik transportasi apa?
4. Jam berapa berangkat?
5. Jam berapa harus pulang ke rumah?
6. Dengan Siapa kita pergi?

Dalam sebuah perusahaan, Perencanaan memegang peranan yang sangat penting. Segala tujuan yang ditentukan harus dilandasi dengan sebuah perencanaan agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan maksimal.

Setelah menyusun rencana, para manajer baru bisa membuat struktur organisasi, menempatkan orang-orang dan melakukan pengendalian terhadap organisasi.

Perencanaan menurut para pakar manajemen antara lain :
Menurut Samuel Certo (1997:134)
Proses penentuan bagaimana sistem manajemen (organisasi) akan mencapai atau merealisasikan tujuannya

Menurut R. Schermerhorn (1996:138)
Proses penetapan tujuan dan penentuan apa yang harus dikerjakan untuk menrealisasikannya

TUJUAN PERENCANAAAN

Tujuan Utama
Mendukung dan memfasilitasi terealisasinya tujuan Perusahaan
Menurut Koontz dan O’Donnel

Tujuan Protektif
Meminimalisasi risiko dengan mengurangi ketidakpastian yang mengelilingi kondisi bisni dan menjelaskan konsekuensi dari tindakan manajemen terkait
Menurut C.W. Roney

Tujuan Penguatan
Menaikkan tingkat keberhasilan organisasi
Menurut C.W. Roney

Tujuan Kordinasi
Menciptakan upaya terkoordinasi di dalam Perusahaan
Menurut Sawaldjo Puspopranoto

Perencana dalam sebuah organisasi adalah orang yang menggabungkan semua masukan dan memprosesnya sehingga keluarannya (output) berupa rencana organisasi yang efektif dan menasehati manajemen mengenai  tindakan apa yang harus di ambil untuk melaksanakan rencana tersebut.

Pertimbangan-pertimbangan yang sangat penting untuk perencanaan efektif adalah:
A. KUALIFIKASI PERENCANA
1. Harus memiliki pengalaman praktik yang memadai dalam organisasi.
2. Harus mampu mengganti pandangan organisasi sempit yang dimilikinya semasa masih menjabat pada posisi lainnya dalam organisasi dengan pemahaman mengenai organisasi secara keseluruhan.
3.Harus memiliki pengetahuan dan ketertarikan(minat) pada trend-trend sosial , politik , teknik , dan ekonomi yang dapat mempengaruhi masa depan organisasi.
4. Harus mampu bekerja sama dengan orang lain.

B. TUGAS PARA PERENCANA
1. Mensupervisi proses perencanaan.
2. Memecahkan masalah perencanaan.
3. Mengevaluasi rencana yang disusun.

Untuk memaksimalkan suatu proses perencanan maka diperlukan :
1.Dukungan Manajemen Puncak.
2. Organisasi Perencanaan yang Efektif dan Efisien
3. Perencanaan Berfokus Implementasi
4. Pengikutsertaan Orang-Orang yang Tepat

MANFAAT DAN POTENSI KERUGIAN
MANFAAT :

1. Membantu Para Manajer untuk berorientasi ke depan
2. Program Perencanaan yang sehat meningkatkan koordinasi keputusan
3. Perencanaan Menekankan Tujuan Organisasi

KERUGIAN :
Jika Perencanaan tidak dilaksanakan dengan baik atau dilakukan secara berlebihan maka akan menyita terlalu terlalu banyak waktu Manajerial. Secara Keseluruhan, manfaat dari perencanaan lebih besar dibandingkan kerugiannya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>